Bersyukur adalah sebuah kata yang sederhana namun bermakna luas dan dalam.
Rasa bahagia atau kebahagiaan menurut konsep Islam adalah kepuasan lahiriyah dan bathiniyah meliputi kebahagian dunia dan kebahagiaan akhirat.
Bersyukur akan membuat jiwa kita bahagia. Beda dengan mengeluh, mengeluh fokus kita kepada hal-hal yang belum kita miliki. Saat kita bersyukur, pandangan kita menghadap pada kebahagiaan dan membelakangi penderitaan. Sementara saat kita mengeluh pandangan kita menghadap pada penderitaan dan membelakangi kebahagiaan. Artinya rasa syukur itu sangatlah penting sebagai rasa terima kasih kita kepada Allah SWT supaya jiwa kita bahagia.
Perjalanan hidup setiap orang tentu berbeda-beda jalan ceritanya, yang jadi persoalan adalah bagaimana kita menyikapi setiap persoalan dalam kehidupan. Banyak orang yang tidak kuat dalam menjalani persoalan hidup. Banyak orang yang hidup dengan kekurangan, tapi bisa melihat tawa dan keceriaan dari wajahnya, karena hatinya dipenuhi dengan rasa syukur. Bersyukur atas setiap hal yang kita punya maka dengan memperbanyak bersyukur niscaya Allah tambahkan lagi nikmatnya seperti yang telah dijanjikan.
Berikut ini ada beberapa cara bersyukur agar jiwa tetap bahagia :
- Lapang hati dan tidak berkeluh kesah dalam melewati setiap episode hidup.
Dengan tidak berkeluh kesah, kita menjadi pribadi yang dapat mensyukuri segala nikmat yang telah dikaruniakan-Nya. - Selalu mengingat nikmat yang Allah berikan setiap waktu.
Setelah sekian banyak rezeki yang Allah SWT berikan pada kita, sudah seharusnya kita memperbanyak syukur kepada sang Maha Pencipta. - Merasa Cukup Dengan Apa yang Allah Berikan (Qanaah).
Untuk mengatasi kondisi jiwa yang terlalu berharap memiliki sesuatu adalah dengan senantiasa membuat hati merasa cukup, ridha, ikhlas dengan apa yang Allah berikan. Dengan bagitu hati akan merasa lebih ringan, tenang dan bahagia dalam berbagai kondisi yang ada dalam kehidupan ini.
Demikianlah cara mensyukuri keadaan hidup yang kita hadapi. Selalu libatkan Allah SWT dalam setiap langkah yang kita ayunkan. Karena hidup bukan untuk berkeluh kesah. Nikmat Allah yang mana lagi yang engkau dustakan?
Sumber : Jiwa bahagia book



