Tips Berhenti Membanding Anak

Setiap anak memiliki kemampuan atau pun bakat yang berbeda-beda. Hanya karena seorang anak tidak bisa melakukan kegiatan yang dilakukan anak seusianya, jangan buru-buru menghakimi.

Membanding-bandingkan anak itu sebenarnya akan berdampak negatif, karena itu akan membuat anak tidak mengembangkan kemampuan yang dimiliki, dan menuntut anak untuk menjadi “sempurna” dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak-anak yang lain.

Efek anak yang selalu dibanding-bandingkan itu akan terlihat dalam jangka panjang. Anak akan tumbuh tidak dengan melihat kemampuan sendiri. Anak akan merasa dirinya lebih buruk ketimbang anak lainnya atau lingkungannya. Akibatnya dia tidak punya rasa percaya diri.

Berikut tips agar berhenti membanding-banding anak :

  1. Lihat keunikan pada masing-masing anak.

Setiap anak adalah pribadi yang unik. Meskipun dalam proses perkembangannya terdapat banyak kesamaan, namun tetap setiap anak akan memiliki keunikan tersendiri yang berbeda-beda dengan anak yang lainnya. 
Misalnya, ada anak senang jika diajak bernyanyi dan menari, tubuhnya sangat luwes dan mudah mengikuti irama musik. Namun ada yang lebih suka diam sambil mencoret-coret dinding.

  1. Jangan pakai standar penilaian orang lain ke anak kita.

Sebagai orang tua harus memahami setiap anak mempunyai kapasitas yang berbeda. Satu anak bisa saja berhasil, namun anak yang lain belum tentu bisa mengikuti. Jika orang tua sadar anaknya tidak bisa mengikuti, ada baiknya untuk mengurangi porsi pemberian pengetahuan itu. Jangan sampai anak dipaksakan karena akan berdampak buruk bagi perkembangan anak ke depannya.

  1. Dengarkan pendapat anak, hargai keinginannya, dan pahami perasaannya.

Mendengarkan pendapat anak bisa menjadi salah satu cara orang tua dalam menunjukan kasih sayang.

Ayah Bunda ingatlah bahwa setiap anak itu unik. Tidak bisa dibandingkan dengan anak lain. Dukung anak melakukan apapun yang ia sukai.

Puji anak jika memiliki prestasi, dan dukung hal yang ia sukai untuk menjunjung bakatnya. Jangan paksa ia menjadi seperti keinginan kita. Dukung ia untuk berusaha lebih baik untuk membangun kepercayaan diri anak.

Semoga bermanfaat.

Sumber : Parenting Anak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *