Anak-anak memang seringkali membuat orangtua merasa jengkel dan marah. Tidak sedikit anak yang begitu sulit untuk dinasehati. Meski anak membantah dan menolak usahakan agar tidak membiasakan diri membentak anak-anak.
Ketika itu mungkin emosi kita sudah memuncak hingga ubun-ubun, kepala serasa mau pecah, dada terasa sesak. Saat itu yang kita butuhkan adalah kejernihan pikiran sehingga bukan amarah yang menguasai kita.
Simak yuk Ayah Bunda.
Berikut dampak buruk apabila kita sering membentak anak:
- Musnahnya Sel Otak
Perkataan kasar dan membentak anak dan disertai tindakan kekerasan fisik mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak anak.
Kemudian anak biasanya akan mudah untuk meluapkan rasa marah, panik dan sedih. Mereka biasanya seringkali mengalami stres hingga depresi dalam hidup. Akan tetapi pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 triliyun sel otak sat itu juga.
- Anak Akan Meniru
Orangtua adalah role model bagi anak. Jika orangtua yang sering berperilaku buruk seperti membentak, berteriak dan lainnya, ia akan terekam dalam ingatannya, dan dapat membentuk pola tindakan serupa seperti apa yang sering ia alami.
- Jantung Anak Kelelahan
Dari sisi kesehatan, jika mendapatkan bentakan dengan suara yang tinggi otomatis anak akan kaget lalu jantung anak dapat berdebar cepat dan membuatnya menjadi kelelahan.
- Cenderung Memiliki Kepribadian Mudah Marah
Apa yang sering anak terima sebagai bentuk kemarahan orangtua sedikit banyak akan melekat pada pola perilaku anak. Ia akan tumbuh menjadi anak yang pemarah, emosional, agresif dan sensitif.
- Cenderung Tumbuh Menjadi Minder
Setiap yang anak lakukan di masa lalu seringkali mendapat bentakan dari orangtua. Padahal itu salah satu bentuk kreatifitasnya, namun dikarenakan seringnya mendapatkan tanggapan negatif dari orangtua, maka ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri.
- Depresi
Berlaku kasar pada anak termasuk sering membentak, memukul atau bahkan memberi hukuman yang bersifat melukai fisik bisa meningkatkan risiko depresi pada anak.
Anak adalah ujian bagi orangtua. Menghadapi perilaku anak yang terkadang memang menjengkelkan, saat inilah dibutuhkan kesabaran. Jika amarah itu datang cobalah sementara untuk menjauh dari anak hingga emosi dalam diri mereda. Setelah reda, baru dekati anak lagi dan cobalah untuk berbicara dengan baik.
Semoga Bermanfaat



