Bila anak berkata kasar, orangtua kerap bingung, apa yang harus dilakukan? Memang, pergaulan di usia prasekolah yang semakin luas (tak hanya di dalam rumah, namun di luar rumah dan di sekolah). Dari kacamata psikologi, peniruan merupakan salah satu faktor penyebab yang melatarbelakangi anak berkata kasar.
Perilaku suka meniru amat melekat pada anak-anak usia prasekolah. Apa yang dilihat atau didengar di lingkungannya, akan ditiru anak. Seorang anak akan mudah untuk menyerap hal-hal baru yang ditemuinya, termasuk kata-kata tidak pantas. Akibatnya, anak berkata kasar.
Berikut langkah bijak yang bisa diambil untuk orangtua untuk mengatasinya:
- Awasi dan dampingi anak saat bermain
Kedua orangtua boleh menghindari lingkungan yang permisif terhadap kata-kata yang tidak pantas. Dan tidak bisa juga terus menerus “mensterilkan” lingkungan anak. Yang perlu sekali dilakukan orangtua adalah dengan sabar dan telaten menjelaskan kepada anak bahwa kata-kata kasar dan kotor itu tidak pantas untuk diucapkan.
- Tidak perlu marah
Berusaha bersikap wajar dan tidak memarahi anak. Karena kemarahan akan membuat anak bingung dan tidak efektif.
- Jelaskan makna kata yang diucapkan Menanyakan pada anak apa maksud yang diucapkannya. Karena kemungkinan anak tidak paham apa artinya dan belum sadar jika kata-kata tersebut dapat menyakiti orang lain. Dan tugas orangtua adalah menggali pemahaman anak tentang kata tersebut dan mencari tau alasan anak melontarkannya lalu orangtua dapat meluruskannya.
- Membimbing dan mengarahkan
Ayah bunda jangan mudah menyerah jika anak sudah dinasehati tetapi tetap mengulangi kesalahan. Tugas orangtua adalah membimbing dan mengarahkan buah hati secara terus menerus.
- Membuat kesepakatan
Membuat aturan dan konsekuensi yang disepakati bersama. Misalnya bagi anak usia prasekokah adalah time-out yaitu cara untuk mengendalikan kemarahan dan menghentikan perilaku buruk anak dengan memberinya kesempatan untuk menenangkan diri dan memikirkan kembali perbuatan yang dilakukannya.
- Teliti dalam mencari penyebabnya
Orangtua harus teliti dalam mencari penyebab anak suka berkata kasar. Dan juga memberi pengertian kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak merespon positif bila anak berkata kurang pantas. Meminta anggota keluarga untuk tidak menganggap lucu kata-kata itu, jangan pedulikan dan pura-tidak mendengarkannya. Umumnya anak akan segera menghentikan kebiasaan buruknya karena anak tahu tidak sukses mendapatkan perhatian.
Sumber: Kompas.com



