https://unsplash.com/@esmiloenak

Sekapur Sirih Tentang Sentra yang Al-Lauzah Pelajari

Sejarah

Model pembelajaran sentra di kembangkan oleh Pamela Phelps di Florida, Amerika Serikat, sejak tahun 70-an. Metode ini diadopsi dan dibawa ke indonesia oleh Drg. Wismiarti Tamin, pendiri sekolah Al-Falah di Ciracas, Jakarta Timur, 1996.

Pengertian Sentra

Sentra dan saat lingkaran atau “Beyond Center and Circle Time” dan lebih dikenal dengan model pembelajaran sentra. Sentra belajar (Learning Center atau Learning Areas) merupakan model pembelajaran yang berfokus kepada anak.

Prinsip Dasar Model Pembelajaran Sentra

Filosofi program pembelajaran sentra berasal dari berbagai ahli psikologi perkembangan yang telah mengamati pertumbuhan dan perkembangan anak selama bertahun-tahun.

Teori dan model pembelajaran dari Heln Parkhust dengan Sekolah Dalton, dimana tidak di gunakannya program klasikal tapi menggunakan sentra-sentra sebagai tempat belajar.

Perkembangan Teori Sentra

Teori yang dikemukakan oleh Jean Piaget, Lev Vigotsky, Anna Freud dan Sarah Smilansky. Para ahli psikolog percaya bahwa ada empat unsur atau konsep dasar yang harus diperhatikan yaitu.

  1. Teori Pengetahuan (Theory Of Knowledge)
  2. Teori Perkembangan ( Theory Of Development)
  3. Teori Belajar ( Theory Of Learning)
  4. Teori Mengajar ( Theory Of Teaching)

Landasan Model Pembelajaran

Pelaksanaan model pembelajaran sentra pada anak usia dini berlandaskan pada :

  1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002, Tentang Perlindungan Anak

Hal Penting

  • Metode sentra membuat anak belajar dengan gembira, dan Sekolah menjadi menyenangkan.
  • Suasana nyaman dan menyenangkan harus di capai maka, guru dilarang melakukan “3 M”. Menyuruh, Melarang, Marah / Menghukum.
  • Karena jika kondisi anak tertekan, kecewa, sedih, atau marah (Emosi negatif) maka anak tidak akan belajar.
  • Guru membantu memberikan pijakan kepada anak
  • Guru lebih berfungsi sebagai motivator dan fasilitator
  • Guru mengetahui prinsip-prinsip dasar penyelenggaran PAUD
  • Unsur-unsur yang harus dibangun dalam penyelenggaraan sentra
  • Pijakan main anak (macam-macam pertanyaan)
  • 5 skala pendampingan guru

Peran Orang Dewasa dalam Bermain Sangat Penting

Dimana orang dewasa memberikan makna pada permainan si anak agar dalam bermain anak dapat memperoleh pengetahuan.

Adapun jenis-jenis main yang dikembangkan adalah:

  1. Sensori Motor  atau Main Fungsional
  2. Main Peran (mikro dan makro)
  3. Main Pembangunan
  4. Tujuan Model Pembelajaran Sentra
  5. Karakteristik Model Pembelajaran Sentra

Macam-macam Sentra dalam Model Pembelajaran Sentra

  1. Sentra Imtaq (keimanan dan ketaqwaan)
  2. Sentra Bahan Alam (menyediakan bahan sifat cair/bahan alam)
  3. Sentra Seni (menggunting,melipat, dan lain-lain. serta membuat hasil karya)
  4. Sentra Main Peran Besar (macro play)
  5. Sentra Main Peran Kecil (micro play)
  6. Sentra Balok (menciptakan bentuk bangunan, klasifikasi, menghitung balok dan lain-lain)
  7. Sentra Persiapan (mengajak anak untuk bekerja lebih serius dari sekadar main)

Penulis: CQC SIT Al-Lauzah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *