MEMBANGUN GENERASI RABBANI DI ZAMAN NOW


By Rita Raora Gultom

Pintu zaman now sedang dinikmati para Orang Tua. Artinya anak sibuk dengan dirinya sendiri dan orang tuapun dengan berbagai urusan sendiri. Ngga kebayang kan hubungan mereka hanya sekedar lintasan saja .

Coba kita perhatikan. Anak-anak sudah full di sekolah. Saat anak pulang, Orang tua terkadang ada banyak urusan di dalam dan di luar rumah. Kapan mereka bisa makan bersama, sholat berjamaah bersama, tilawah bersama, membersihkan rumah bersama dan yg mengasyikan berdiskusi bersama.

Kalau ada istilah anak zaman now sekarang adalah anak yg asyik dengan teman di hp nya dari pada sama ortunya . Cerita sungguh sangat menyedihkan .

Saat anak pulang dari pondoknya. “Ma, aku ngantuk, jangan ganggu aku yaaaa. Aku mau di kamar aja.”

Sampai di kamar sang anak berteriak lagi. “Ma……kok berantakan siih kamarnya? Ini pasti perbuatan ade ya! sudah pulang cape, mau tidur, ehhh kamar berantakan. Bagaimana niiih maaaa aku sudah ngantuk?”

Mama langsung bergerak membantu membereskan kamar sang kakak .
“Aduuh maafin mama yaaa sayang, mama belum sempat membereskannya . Dan mama lupa langsung jemput kamu. Tadi juga ada tamu.”

Masya Allah seperti Ortu bersalah banget deh

Ini zaman now , zaman dimana orang tua tidak harus memberikan service yg terbaik buat anaknya. Tapi, mengajak anak berpikir memecahkan masalahnya . Masalahnya :

  1. Tidak terbangunnya sikap syukur pada diri ortu dan anak. Kesibukan keduanya , telah memisahkan hubungan orang tua dan anak. Yang lebih mengerikan anak hanya bisa say hello saja sama orang tua.
  2. Karena terbiasa dilayani saat anak pulang ingin selalu dilayani sehingga tidak terbangun sikap Qonaah, menerima kondisi apapun. Anak pun tidak bisa memperbaiki kondisi tersebut .
  3. Terbiasa dibantu. Mau pakai baju disiapkan kalau tidak sama Ibunya eh sama embahnya atau yang membantu rumahnya. Tidak terbangun tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Bahkan saat masuk kamar mandi lupa bawa handuk. Ehhh, teriak minta diambilkan.
  4. Asyik sama dunia gadget yang serba instan. Makanan dirumah tidak selera, anak tinggal delivery . Lupa sama mama yg bersusah payah menyiapkan makanannya. Sikap Hormat sudah dilupakan anak ke Orang tua.

Bagaimana cara kita mengatasi zaman Now ini?

Carol dweck, psikolog dari Stanford University, mengatakan, “Hadiah terpenting dan terindah dari orang tua pada anak anaknya adalah Tantangan.”

“Persulitlah anakmu sejak dini akan membuatmu mudah dewasanya nanti.
Kita libatkan anak untuk mengurus semua pekerjaan rumah, semakin banyak anak bekerja semakin cerdas otak mereka.”

Jadilah Ortu Model pertama yang anak lihat. Karena anak anak butuh contoh konkrit. Bukan ucapan saja tapii contoh yg orang dewasa lakukan.

Rasululloh saw mencontohkan , meskipun beliau adalah kepala negara dan manusia termulia. Beliau menjahit bajunya sendiri yg sobek dan memperbaiki sendiri sandalnya.

Buat kesepakatan sama anak tentang Displin. Bagaimana menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Insya Allah besar tidak mengaduk aduk masalah.
Mari kita sama sama lerbaiki diri untuk menghadapi Zaman Now ini.

Didiklah anakmu sesuai zamannya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *