Kenali Ganguan Bicara Apraksia Pada Anak

Apa itu Apraksia ???! Apraksia merupakan ganguan saraf pada otak yang membuat anak kesulitan mengkoordinasikan otot yang digunakan pada saat bicara. Anak dengan apraksia mengetahui apa yang dikatakan, namun kesulitan menggerakkan rahang, lidah, dan bibir untuk berbicara. Terkadang, apraksia juga bisa membuat anak bicara terbata-bata atau gagap. Tahap Usia Anak usia dua tahun, umumnya sudah bisa mengucapkan dua kata, seperti “mau susu” dan “mau makan”. Jika si kecil belum bisa mengucapkan rangkaian kata sederhana, ada kemungkinan ia mengalami gangguan bicara apraksia. Gangguan ini dapat diatasi dengan terapi wicara dan kebiasaan-kebiasaan lain di rumah. Gejala-gejala yang dapat menandakan kondisi apraksia pada anak :
  1. Tampak kesulitan menggerakan mulut untuk mengunyah, mengisap, dan meniup.
  2. Kesulitan saat mengucapkan huruf konsonan yang berada di awal dan akhir kata, seperti “makan”, “minum”, dan “tidur”.
  3. Lebih sering menggunakan gerakan tubuh untuk berkomunikasi, misalnya menyodorkan tangan untuk meminta sesuatu atau menangis jika ingin makan atau minum.
  4. Susah mengucapkan kata yang sama untuk kedua kalinya. Misalnya, si kecil mungkin bisa mengucapkan dengan kata “ayam” ketika pertama kali mengucapkannya. Namun, untuk yang kedua kalinya, si kecil akan mengalami kesulitan untuk mengucapkan lagi.
Saat anak memiliki kemampuan bicara yang tidak optimal atau tidak sesuai dengan usianya, maka kemungkinan ia membutuhkan terapi wicara. Terapi wicara merupakan metode yang bertujuan meningkatkan kemampuan bicara serta memahami dan mengekspresikan bahasa. (Terapi Ananda) Sumber : ig @terapiananda Ayo Ayah dan Bunda memahami lebih jauh perjalanan perkembangan sang buah hati. HARUS tahu dan WAJIB tahu tahapan perkembangan normalnya. Segera periksakan dan konsultasi ke layanan Terapi Ananda dengan mengklik link di bawah ini : https://bit.ly/3i58qVG