Pola asuh atau perilaku orang tua sangat berperan
penting membentuk kepribadian anak
Sebagai tenaga pendidik yang alhamdulillah kurang
lebih selama satu dasawarsa ini saya menyandang
gelar sebagai guru, banyak pengalaman sangat
berharga yang saya dapatkan
Salah satu pengalaman berharga yang tidak saya
dapatkan di bangku kuliah dulu ialah
Cara membaca anak
Eeeeeeh tenang bunds bukan cara membaca nasib
atau cara membaca masa depan si anak yang saya
maksud disini. tapi cara membaca karakter si anak dan
menebak kepribadian si anak secara otomatis loh kita
juga jadi tahu bagaimana karakter dan kepribadian dari
orangtua anak tsb.
Memang banyak penelitian dari pakar
pendidikan ,parenting dsb yang membahas secara
detail pastinya tentang kaitan pola asuh orangtua dengan
membentuk karakter si anak dan tentunya banyak
buku yang mengupas tuntas masalah tsb
Dan saya mencoba menarik garis dari pengalaman saya
mengajar,membaca buku dan gabung pada WAG yang
fokus pada perkembangan anak.
Dari semua itu saya mencoba merangkum ,menarik
kesimpulannya dan mendapatkan garis besar karakter
atau kepribadian anak dan orang tua
Secara garis besar ada 4 karakteristik kepribadian anak
yaitu:
- Mandiri, berani, dapat mengontrol diri, mempunyai
hubungan baik dengan teman, mempunyai minat
terhadap hal-hal baru dan kooperatif terhadap orang
lain. - Penakut, pendiam, tertutup, tidak berinisiatif, dan
menentang. - Impulsif (bertindak secara tiba-tiba karena gerak
hati), agresif( menyerang sesuatu yang dipandang
sebagai situasi yang mengecewakan, menghalangi
atau menghambat), tidak patuh, manja, kurang
percaya diri, kurang mandiri, mau menang sendiri - Moody, impulsif, agresif, kurang bertanggung jawab,
tidak mau mengalah, harga diri rendah, sering bolos
dan bermasalah dengan teman
Dan dari 4 karakteristik yang membentuk kepribadian
anak penyebab terbesarnya ialah pola asuh orang tua
atau kepribadian orang tua.
Pola asuh ialah perilaku orang tua yang ditanamkan ke
anak dari waktu ke waktu sejak dini
secara garis besar berikut 4 tipe pola asuh karakteristik
orang tua yaitu :
- Tipe orang tua yang demokratis
Adalah pola asuh yang memperioritaskan kepentingan
anak akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan
mereka. Orang tua dengan pola asuh ini bersikap
rasional, selalu mendasari tindakannya pada rasio
atau pemikiran-pemikiran. Orang tua yang demokratis
memandang sama kewajiban hak orang tua dan anak,
bersikap rasional dan selalu mendasari tindakannya
pada pemikiran.
Ciri-ciri orang tua demokratis yaitu: Orang tua
bersikap realistis terhadap kemampuan anak,
tidak berharap yang berlebihan yang melampaui
kemampuan anak, Orang tua memberikan kebebasan
kepada anak untuk memilih dan melakukan
suatu tindakan,merespon terhadap kemampuan
anak, mendorong anak untuk menyatakan pendapat
atau pertanyaan, Memberikan penjelasan tentang
dampak perbuatan baik dan buruk, menghargai setiap
keberhasilan yang diperoleh anak. - Tipe orang tua otoriter
Adalah pola asuh yang merupakan kebalikan dari pola
asuh demokratis yaitu cenderung menetapkan standar
yang mutlak harus dituruti, biasanya disertai dengan
ancaman-ancaman. Bentuk pola asuh ini menekan
pada pengawasan orang tua atau kontrol yang
ditunjukkan pada anak untuk mendapatkan kepatuhan
dan ketaatan. Jadi orang tua yang otoriter sangat
berkuasa terhadap anak, memegang kekuasaan
tertinggi serta mengharuskan anak patuh pada
perintah-perintahnya.
Secara umum pola asuh otoriter mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut:
Orang tua suka menghukum secara fisik,
Orang tua cenderung bersikap mengkomando
(mengharuskan atau memerintah anak untuk
melakukan sesuatu tanpa kompromi), bersikap
kaku, orang tua cenderung emosional dan bersikap
menolak. - Tipe orang tua permisif atau pemanja
suatu bentuk pengasuhan dimana orang tua
memberikan kebebasan sebanyak mungkin kepada
anak untuk mengatur dirinya, anak tidak dituntut untuk
bertanggung jawab dan tidak banyak kontrol oleh
orang tua.
Secara umum ciri-ciri pola asuh orang tua yang
bersifat pemanja yaitu: orang tua tidak menegur
atau memperingatkan anak apabila anak sedang
dalam bahaya dan sangat sedikit bimbingan yang
diberikan oleh mereka, orang tua memberikan
kebebasan kepada anak untuk menyatakan dorongan
atau keinginannya, orang tua tidak pernah menegur
atau tidak berani menegur perilaku anak, meskipun
perilaku tersebut sudah keterlaluan atau diluar batas
wajar. - Tipe orang tua Cuek:
Pola asuh ini biasanya memiliki interaksi waktu yang
sedikit dengan anak-anaknya.
Secara umum ciri-ciri pola asuh penelantar yaitu: orang
tua lebih mementingkan kepentingan sendiri
misalnya terlalu sibuk, tidak peduli bahkan tidak tahu
anaknya dimana atau sedang dengan siapa, dan lain
sebagainya, Anak-anak dibiarkan berkembang sendiri
baik fisik maupun psikis.
Notes
dapat disimpulkan bahwa pola asuh memiliki
pengaruh terhadap kepribadian anak. Anak dengan
kepribadian kemandirian yang tinggi dan pemberani
cenderung menggunakan pola asuh demokratis.
Anak dengan kepribadian manja cenderung orang
tua menggunakan pola asuh otoriter, anak dengan
kemandirian yang sedang cenderung menggunakan
pola asuh permisif. Sedangkan anak dengan
kepribadian kurang tanggung jawab dan moody
menggunakan pola asuh cuek
Demikian resume yang saya dapatkan dari berbagi
sumber
Semoga bermanfaat.
Tangerang selatan 14 Desember 2018
Oleh : Sahiska prahati Erly



