Tidak bisa dipungkiri jika pandemi Virus Corona membawa perubahan besar pada pola hidup masyarakat di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat dituntut untuk mulai membiasakan diri dengan new normal atau keadaan normal yang baru. Tentunya ini tidak mudah dan menjadi tantangan bagi kita bersama. Terutama orangtua, Ayah Bunda memiliki tugas tambahan, yakni memastikan bahwa keluarga, terutama anak-anak siap menyambut datangnya era new normal ini.
Untuk membantu anak beradaptasi, beberapa cara berikut yang dapat Ayah Bunda lakukan:
- Mencari informasi bersama
Anak-anak akan merasa cemas ketika ia tidak tahu kondisi yang harus dihadapinya. Maka, orangtua juga perlu membantu dan membimbing mereka agar lebih tenang dan percaya diri bahwa mereka akan baik-baik saja dengan mencari informasi di berbagai sumber terpercaya tentang akan seperti apakah the new normal ini.
- Memberikan contoh kepada anak
Selalu memberi contoh tentang apa yang harus dilakukan di the new norma pada anak-anak. Misalnya pada kebiasaan mencuci tangan dan tidak menyentuh wajah yang mungkin lebih sulit bagi anak-anak yang lebih muda. Karenanya mereka lebih cepat belajar jika orangtua juga ikut mencontohkannya.
- Menularkan optimisme dan rasa berdaya pada anak.
Agar orangtua tidak menanggapi pandemi ini dengan ketakutan yang bisa dibaca oleh anak-anak. Dengan demikian orangtua harus jadi teladan optimisme bagi anak-anak. Orangtua juga perlu menunjukkan kepada anak bahwa selalu ada cara untuk melewati semua perubahan ke depan.
Di samping itu, selalu tanamkan perasan berdaya pada anak-anak dengan selalu melibatkan mereka mencari solusi atas masalah yang dihadapinya selama pandemi. Di sisi lain pengetahuan dan kemampuan mereka terbatas sehingga sense of empowerment dari orangtua sangat dibutuhkan untuk mendampingi anak-anak.
- Belajar berempati
Apa yang terjadi hari ini tidak hanya kita sendiri yang mengalami, melainkan dialami oleh seluruh orang di dunia. Ajak anak-anak berdiskusi tentang kondisi masa pandemi ini.
Ajarkan mereka berempati, misalnya dengan melakukan donasi kepada tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, maupun orang-orang yang terdampak secara ekonomi. Tak hanya itu, empati juga bisa berupa bantuan kepada teman yang kesulitan memahami materi saat belajar di rumah.
Dengan cara ini rasa cemas akan berubah menjadi rasa berdaya saat kita lihat ada yg lebih butuh dari pada kita dan juga membantu membuat kita lebih bahagia serta bisa mendapatkan energi positif dari berempati tersebut.
Itulah beberapa tips untuk membantu anak menghadapi the new normal. Dengan memiliki ketangkasan belajar dan mindset positif, anak akan memiliki life skills yang tangguh dalam menghadapi perubahan hidup di era new normal.
Semoga bermanfaat🙏😇
Sumber : Parenting.com



