STOP, BELI BUKU BAJAKAN!​

Semakin berkembangnya dunia literasi saat ini, membuat masyarakat menjadi melek terhadap pentingnya budaya membaca sejak dini. Meskipun di era serba digital, buku tetap masih menjadi pilihan yang belum sepenuhnya tergantikan. Toko-toko buku pun masih ramai dikunjungi dan banyak kita jumpai di pusat-pusat perbelanjaan. Namun, bagai dua mata sisi pedang yang berlawanan, kita juga masih banyak menemui kasus pembajakan buku yang marak sekali di Indonesia. Bisnis buku bajakan berkembang pesat tak terkendali. Rendah sekali kesadaran masyarakat untuk membeli dan menghargai sebuah karya original. Padahal sebuah karya tercipta melalui proses yang panjang, sedih ketika karyanya berhasil diciptakan, tapi dengan mudah dibajak kemudian dipalsukan dan dijual murah. Hei! membeli suatu barang bajakan juga mengurangi keberkahannya lho, karena perbuatan ini illegal, bahkan sang pencipta karya tidak akan ada yang rela jika karyanya dibajak tanpa izin, itu melanggar hak kekayaan intelektual yang harus dilindungi. Apalagi kalau barang yang dibajak adalah buku, hilang sudah keberkahan ilmu yang ada karena didapatkan dari proses yang tidak baik. Jangan sampai yaa Joulavers, kamu mengaku pecinta ilmu dan buku, lalu masih enggan membeli karya dengan cara yang baik dan benar. Masa sih gawaimu canggih, berharga jutaan bahkan ada juga yang sampai puluhan juta, namun masih berpikir mahal untuk membeli sebuah karya yang asli? Yuk, kita mulai belajar menghargai sebuah karya dengan membeli yang asli. Kalau mau diperhatikan, kualitas buku bajakan dengan buku yang asli sangat jauh berbeda. Dilihat dari kertasnya yang buram, lemnya yang mudah lepas, belum lagi cetakan hurufnya yang terkadang berbayang, tambahkan lagi aroma buku palsu sangat berbeda jauh dengan aroma buku yang asli, bau menyengat sering menguar dari buku bajakan. Honestly, dulu Joula pernah juga kecemplung membeli buku yang bajakan, tapi Alhamdulillah, sekarang sudah benar-benar bertobat, hehe. Kasus bajak membajak buku ini bahkan sudah menjadi industri di Indonesia yang cukup menjanjikan bagi para pelaku usaha tersebut, harga yang ditawarkan oleh buku bajakan bisa mencapai seperempat atau bahkan setengah dari harga buku yang asli, terlebih pernah juga Joula temukan, buku asli yang seharusnya dijual seharga Rp100.000, buku versi bajakannya dijual hanya dengan harga Rp30.000. Oh My God! Tentu ini akan merugikan para penulis dan penerbit resmi buku tersebut. Sayangnya, pemerintah belum sepenuhnya mampu memberantas persoalan ini, maka hal sederhana yang bisa dilakukan oleh kita adalah memulainya dari diri sendiri sambil terus mengajak orang di sekitar untuk membeli sebuah karya cipta yang asli. Fyi, kasus bajakan ini sebenarnya bukan hanya terbatas dari buku fisik saja, hal ini juga berlaku untuk e-book resmi yang dikeluarkan oleh penulis yang dijual di playstore pun banyak dibajak. Sungguh ironi, kasus bajakan ini mengular ke semua lini, Jadi, hati-hati Joulavers, kalau kamu mendapat broadcast buku dengan format PDF atau e-book novel dan buku tertentu yang dibandrol dengan harga hanya Rp5.000 jangan mudah tergiur, sudah dipastikan itu palsu. Ayo, budayakan untuk menghargai dan berhati-hati dalam menuntut ilmu, pastikan caranya baik dan benar. Jangan sampai ilmunya menjadi tidak berkah. Oh iya, ini juga berlaku saat kita nonton atau baca di platform khusus, kalau belum bisa berlangganan VIP atau membeli koin tiap bulan untuk melihat tayangan episode lebih cepat, jangan tergiur melihat atau membacanya di akun telegram atau YouTube yang diambil secara illegal. Bersabar yaa, masih bisa kita tonton atau baca secara gratis kok. Ingat, mulai hari ini kita sedang belajar jujur dan memberantas penyebaran kasus pembajakan. Masih banyak cara yang lain, kalau belum bisa beli buku yang asli, kita masih bisa membelinya nanti dan budayakan menabung sebelum membeli atau pinjam teman, bisa juga membeli e-book resmi yang biasanya harganya jauh lebih murah daripada beli buku fisiknya. Banyak jalan menuju Roma, pastikan saja setiap langkah atau perbuatan yang kita lakukan adalah baik. Stop bajakan! Hargai karya orang lain dengan membeli karyanya yang asli. (Dandelion)

STOP, BELI BUKU BAJAKAN!​

Semakin berkembangnya dunia literasi saat ini, membuat masyarakat menjadi melek terhadap pentingnya budaya membaca sejak dini. Meskipun di era serba digital, buku tetap masih menjadi

Read More »