Anak merupakan amanah bagi orangtua yang harus dididik dengan cinta dan kasih sayang. Anak juga merupakan tabungan amal bagi orangtua saat di akhirat nanti. Ketika orangtua mengajarkan kebaikan kepada anak dan anak tersebut melakukannya, maka amal tersebut akan terus mengalir kepada orangtuanya.
Mempunyai anak-anak adalah dambaan dan kebanggan setiap ayah bunda. Mereka adalah buah hati, pelengkap keceriaan rumah tangga, penerus cita-cita sekaligus investasi pelindung orangtua terutama ketika mereka sudah dewasa dan orangtua sudah berusia lanjut.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang dikenal sebagai “gerbangnya ilmu” berkata, “Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya, karena mereka hidup bukan di jamanmu.”
Menurut Ali bin Abi Thalib RA, ada tiga pengelompokkan dalam cara memperlakukan anak, yakni:
- Anak sebagai raja (Usia 0-7 tahun).
Melayani anak di bawah usia 7 tahun dengan sepenuh hati dan tulus adalah hal terbaik, misalnya:
- Bila kita langsung menjawab dan menghampirinya saat ia memanggil kita, walau kita sedang sibuk, maka kelak ia akan langsung menjawab dan menghampiri ketika kita memanggilnya.
- Bila kita tanpa bosan mengusap punggungnya hingga ia tidur, maka kelak ia akan memijat atau membelai punggung kita saat kita kelelahan atau sakit.
- Anak sebagai tawanan (usia 8-14 tahun)
Usia 8-14 tahun adalah usia yang tepat bagi seorang anak untuk diberikan hak dan kewajiban tertentu.
Reward dan punishment (pujian dan teguran) akan sangat pas diberlakukan pada usia ini, karena anak sudah bisa memahami arti dari tanggung jawab dan konsekuensi. Namun demikian, perlakuan pada setiap anak tidak harus sama karena setiap anak itu unik.
- Anak sebagai sahabat (usia 15-21 tahun)
Usia 15 tahun adalah usia umum saat anak menginjak akil baligh. Sebagai orangtua, kita sebaiknya memposisikan diri sebagai sahabat dan memberi contoh atau teladan yang baik seperti yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib Ra.
Berbicara dari hati ke hati
Inilah saat yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati dengannya, menjelaskan bahwa ia sudah remaja dan beranjak dewasa. Perlu dijelaskan bahwa selain mengalami perubahan fisik, ia juga akan mengalami perubahan secara mental, spiritual, sosial, budaya dan lingkungan, sehingga sangat mungkin akan ada masalah yang harus dihadapinya.
Semoga kita semua mampu mengamalkan 3 pengelompokan parenting yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib dan menjadi orang tua yang baik, yang mampu mendidik anak sesuai dengan porsi dan kebutuhannya. Bersikap lembut kepada anak namun tetap tegas, sehingga terciptalah generasi Islami yang siap menjadi generasi penerus di masa depan. Aamiin…
Sumber : Parenting Islam



