Menemukan Gaya Belajar setiap Anak

Oleh Risa Wulandari, S.Pd.

Bismillahirahmanirahiim…

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah telah memberi karunia kepada setiap manusia berupa otak dan panca indera. Manusia dapat memanfaatkan panca indera yang telah diberikan-Nya untuk menyerap berbagai informasi dan memfungsikan otak untuk mengolah informasi. Secara umum, setiap anak atau seluruh manusia dapat menyerap dan mengolah informasi dengan mudah melalui tiga gaya belajar, yaitu visual learner, auditorial learner, dan kinestetik learner. Ketiga gaya belajar tersebut dimiliki oleh setiap anak, namun pasti ada salah satu gaya belajar yang paling dominan. Mari temukan gaya belajar yang tepat setiap anak, karena mereka pastinya memiliki ciri-ciri dominan yang terlihat pada setiap aktivitas yang mereka lakukan.

Anak-anak visual learner banyak menyerap informasi dengan cara melihat. Pada saat anak-anak visual learner merangkai sesuatu, ia menyukai cara membaca instruksi atau mengikuti ilustrasi. Ciri-ciri lain dari anak visual learner menurut DePorter (2011), yaitu:

  • rapi dan teratur
  • berbicara dengan cepat
  • suka membuat rencana
  • teliti
  • lebih mengingat apa yang dilihat
  • ketika sedang membaca biasanya tidak terganggu oleh keributan di sekitar
  • pembaca cepat dan tekun
  • sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat
  • lebih suka membaca daripada dibacakan
  • bermasalah pada instruksi verbal dan sering kali minta bantuan orang lain untuk mengulanginya
  • sering lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain

Kemudian, anak-anak auditorial learner akan mudah menyerap informasi dengan cara mendengar. Anak dengan gaya belajar auditorial learner lebih suka meminta orang lain untuk mengatakan bagaimana cara merangkai sesuatu. Ciri-ciri lain dari anak auditorial learner menurut DePorter (2011), yaitu:

  • suka berbicara kepada diri sendiri saat melakukan suatu kegiatan
  • menggerakan bibir dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  • senang membaca dengan suara keras dan senang mendengarkan
  • dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara
  • berbicara dengan irama terpola
  • pembicara yang fasih
  • belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat
  • suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar
  • lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  • lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
  • mudah terganggu oleh keributan
  • memiliki masalah dengan pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain

Bagi anak-anak kinestetik learner, belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh menjadi kegiatan menyerap informasi yang sangat menyenangkan. Anak kinestetik learner suka sekali untuk mulai mengerjakannya sendiri ketika ingin merangkai sesuatu. Ciri-ciri kinestetik learner menurut DePorter (2011), yaitu:

  • bicara dengan perlahan
  • menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
  • berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
  • selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
  • mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar
  • belajar melalui praktik
  • menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  • menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
  • banyak menggunaka isyarat tubuh
  • tidak dapat duduk diam untuk waktu lama
  • tidak dapat mengingat letak atau jalan, kecuali memang pernah berada di tempat itu
  • ingin melakukan segala sesuatu
  • menyukai permainan yang menyibukan

Dengan mengetahui gaya belajar yang dominan dimiliki setiap anak, kita lebih mudah memfasilitasi ruang dan pengalaman belajar yang menyenangkan sesuai dengan keunikan yang mereka miliki.

Semoga bermanfaat

Referensi:

DePorter, B. (2011). Quantum Learning. Bandung: Kaifa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *